PAC FATAYAT NU SOLOKURO GELAR LITERASI DEMOKRASI, DORONG PENGAWASAN PARTISIPATIF DAN TOLAK POLITIK UANG
Lamongan, 22 Mei 2026 – Pimpinan Anak Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PAC Fatayat NU) Solokuro menggelar kegiatan Pertin Jum’at Wage bertema Literasi Demokrasi dalam Rangka Sosialisasi Pengawas Partisipatif pada Jumat (22/5/2026) di PR Fatayat NU Dadapan, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 91 peserta dari berbagai ranting Fatayat NU se-Kecamatan Solokuro. Acara berlangsung lancar dengan antusiasme peserta yang tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan.
Ketua PAC Fatayat NU Solokuro menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran hukum sekaligus mendorong keterlibatan aktif kader Fatayat dalam mengawal proses demokrasi yang sehat dan berintegritas. Menurutnya, kader Fatayat tidak hanya harus menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi pengawas partisipatif di lingkungan masing-masing.
“Kami ingin kader Fatayat tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga menjadi pengawas partisipatif yang ikut menjaga integritas demokrasi di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Dalam sesi materi, pemateri menekankan pentingnya kesadaran politik masyarakat, khususnya perempuan, dalam menghadapi dinamika pemilu. Peserta diajak untuk menggunakan hak pilih secara bijak, menolak politik uang dalam bentuk apa pun, serta melawan penyebaran hoaks dan informasi menyesatkan yang dapat merusak kualitas demokrasi.
Selain itu, peserta juga didorong untuk aktif mengawasi jalannya proses demokrasi dan tidak ragu melaporkan berbagai bentuk pelanggaran pemilu kepada pihak berwenang. Materi tersebut disampaikan sebagai upaya memperkuat kapasitas kader Fatayat NU agar mampu menjadi agen literasi demokrasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Pembina PAC Fatayat NU Solokuro menegaskan bahwa kegiatan literasi demokrasi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian penting dari proses kaderisasi yang berkelanjutan di lingkungan Fatayat NU.
“Adanya literasi demokrasi pada Fatayat adalah untuk membentuk kader militan dalam pengkaderan demokrasi di ranah Fatayat. Ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” tegasnya.
Para peserta memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Salah satu peserta mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dalam pemilu serta tanggung jawab warga negara dalam menjaga demokrasi.
“Setelah mengikuti kegiatan ini, wawasan saya tentang pemilu semakin terbuka. Ada semangat baru untuk lebih bertanggung jawab dalam menggunakan hak suara dan ikut mengawasi jalannya pemilu,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk menyebarluaskan semangat literasi demokrasi di lingkungan masing-masing. Melalui kegiatan ini, PAC Fatayat NU Solokuro menegaskan komitmennya untuk turut menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pemilu yang bersih, jujur, dan adil di Kabupaten Lamongan.