Menenun Kebersamaan, Menguatkan Ketahanan Sosial Untuk Masyarakat Inklusif
Semangat kolaborasi dan penguatan ketahanan sosial terus dibangun oleh berbagai elemen masyarakat sipil di Kabupaten Lamongan. Melalui rapat koordinasi yang difasilitasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lamongan, sejumlah organisasi dan komunitas yang tergabung dalam jaringan masyarakat sipil berkumpul untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berdaya.
Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Bakesbangpol Lamongan pada Kamis (4/6/2026) ini dihadiri langsung oleh Kepala Bakesbangpol Lamongan beserta jajaran. Turut hadir perwakilan dari PW Fatayat NU Jawa Timur, PC Fatayat NU Lamongan, PC Fatayat NU Babat, The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia, Duta Damai, Aliansi Perempuan Lamongan (APeL), serta Tim Tangguh Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran.
Rapat koordinasi ini menjadi ruang dialog yang produktif untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antarorganisasi masyarakat sipil dalam mendukung terciptanya kehidupan sosial yang damai, inklusif, dan berkeadaban. Selain menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik baik di tingkat komunitas, forum ini juga menjadi momentum untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam penguatan ketahanan masyarakat di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang.
Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, salah satu poin penting yang menjadi perhatian bersama adalah pembahasan implementasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE) serta Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 81 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Ekstremisme. Pembahasan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pemahaman para pemangku kepentingan terhadap kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah, sekaligus mengidentifikasi peluang kolaborasi yang dapat dilakukan di tingkat daerah.
Melalui rapat koordinasi ini, para peserta menegaskan pentingnya peran masyarakat sipil, khususnya perempuan, pemuda, komunitas lokal, dan organisasi kemasyarakatan dalam membangun ketahanan sosial yang berlandaskan nilai kebersamaan, toleransi, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman. Penguatan kapasitas masyarakat dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta mampu menghadapi berbagai potensi tantangan sosial secara konstruktif.
Fatayat NU Lamongan sebagai bagian dari jaringan masyarakat sipil menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menenun kebersamaan dan memperkuat ketahanan sosial melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, komunitas lokal, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, diharapkan upaya mewujudkan masyarakat yang inklusif, harmonis, dan tangguh dapat terus diperkuat demi terciptanya kehidupan sosial yang aman, damai, dan berkelanjutan di Kabupaten Lamongan.