TIGA INOVASI STRATEGIS FATAYAT NU LAMONGAN DI HARLAH KE-76: KUKUHKAN LKP3A, LUNCURKAN WEBSITE, DAN BENTUK IKA FNU
Lamongan, 25 April 2026 – Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) Lamongan memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-76 dengan menghadirkan sejumlah inovasi strategis dan penguatan kelembagaan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pascasarjana Universitas Islam Lamongan (Unisla), Jumat (24/4/2026), tersebut diisi dengan pengukuhan kader pendamping Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A), peluncuran website resmi, serta pembentukan Ikatan Alumni Fatayat NU (IKA FNU).
Kader LKP3A Jadi Garda Terdepan Pendampingan Perempuan dan Anak
Pengukuhan kader pendamping LKP3A menjadi salah satu agenda utama dalam peringatan Harlah kali ini. Program tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan intensif yang telah dilaksanakan pada 17–18 April 2026 guna membekali kader dengan kemampuan respons cepat dan pendampingan dasar bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Ketua PC Fatayat NU Lamongan, Dewi Mashlahatul Ummah, menegaskan bahwa kader pendamping diharapkan mampu menjadi garda terdepan sekaligus vocal point di wilayah masing-masing.
“Kader pendamping ini akan menjadi ujung tombak di wilayah masing-masing. Mereka harus mampu melakukan identifikasi awal, memberikan pendampingan dasar, serta memastikan kasus ditangani secara tepat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun sistem perlindungan yang komprehensif dan responsif.
“Sinergi antara kader dengan berbagai pihak, termasuk lembaga layanan, aparat, dan masyarakat, sangat penting untuk menciptakan sistem perlindungan yang komprehensif dan responsif,” tambahnya.
Luncurkan Website dan Platform Digital “Saf Care”
Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital, PC Fatayat NU Lamongan turut meluncurkan website resmi organisasi. Kehadiran website ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, tetapi juga menjadi sarana dakwah, dokumentasi kegiatan, dan penguatan tata kelola organisasi secara modern.
Salah satu fitur unggulan yang diperkenalkan adalah platform pengaduan digital bernama Saf Care (Sahabat Fatayat NU Peduli). Platform ini menyediakan layanan pengaduan yang dapat diakses masyarakat secara mudah, cepat, dan aman.
“Setiap laporan yang masuk akan langsung terhubung dengan admin untuk ditindaklanjuti secara cepat dan profesional,” jelas Dewi.
Melalui digitalisasi tersebut, seluruh aktivitas bidang dan lembaga di bawah naungan Fatayat NU Lamongan diharapkan dapat terdokumentasi dan terintegrasi secara lebih baik, sehingga mendukung terciptanya tata kelola organisasi yang modern, transparan, dan tertata rapi.
Bentuk IKA FNU, Perkuat Keberlanjutan Kaderisasi
Momentum Harlah ke-76 juga ditandai dengan pembentukan Ikatan Alumni Fatayat NU (IKA FNU) Lamongan. Pembentukan wadah ini menjadi yang pertama di tingkat Pimpinan Cabang Fatayat NU di Indonesia dan diharapkan dapat menjadi model pengembangan kaderisasi berkelanjutan bagi cabang lainnya.
IKA FNU dibentuk sebagai implementasi amanah Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) organisasi. Wadah ini ditujukan untuk mengakomodasi para alumni Fatayat NU yang masih menunggu proses lanjutan untuk bergabung dengan Muslimat NU, sehingga tetap memiliki ruang untuk berkarya dan mengabdi.
“Ini merupakan bentuk kesinambungan kaderisasi agar semangat perjuangan Fatayat NU tidak terputus,” tegas Dewi.
Melalui tiga inovasi tersebut, PC Fatayat NU Lamongan tidak hanya memperingati perjalanan organisasi yang telah memasuki usia ke-76 tahun, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Penguatan kader LKP3A, modernisasi layanan digital, dan pembentukan IKA FNU menjadi langkah konkret Fatayat NU Lamongan dalam mewujudkan semangat “Menebar Maslahat, Membersamai Umat” menuju masa depan yang lebih progresif dan berkelanjutan.