PC Fatayat NU Lamongan Tegaskan Komitmen Cegah Perkawinan Anak Dalam Momentum Penilaian Tahap II PPA Award Jawa Timur 2026
Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali mencatatkan prestasi dengan masuk dalam daftar 12 nominator terpilih PPA Award Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 bersama sejumlah kabupaten/kota lainnya. Pada Jumat (5/6), Kabupaten Lamongan menjalani Penilaian Tahap II PPA Award Tahun 2026 berupa presentasi kinerja secara daring yang dilaksanakan di Ruang Command Center Pemerintah Kabupaten Lamongan.
Penyampaian materi dan paparan capaian Kabupaten Lamongan dalam bidang perlindungan perempuan dan anak kepada tim penilai DP3A Provinsi Jawa Timur dipimpin oleh Dirham Akbar Aksara wakil Bupati Kabupaten Lamongan. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses verifikasi dan pendalaman berbagai inovasi, program, serta praktik baik yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir dari berbagai pemangku kepentingan yang selama ini menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam upaya perlindungan perempuan dan anak. Salah satunya adalah PC Fatayat NU Lamongan yang hadir atas undangan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lamongan sebagai leading sector dalam pelaksanaan program perlindungan perempuan dan anak.
Ketua PC Fatayat NU Lamongan, Dewi Mashlahatul Ummah, didampingi Ketua LKP3A Fatayat PC Fatayat NU Lamongan, turut menghadiri kegiatan tersebut sebagai representasi organisasi yang selama ini aktif mendukung berbagai program pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta pencegahan perkawinan anak di Kabupaten Lamongan.
Dalam kesempatan tersebut, Dewi Mashlahatul Ummah menegaskan bahwa PC Fatayat NU Lamongan terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Lamongan yang ramah anak melalui program Lindungi Perempuan dan Anak dari Kekerasan serta Cegah Perkawinan Anak (Lentera Fatayat).
“Program Lentera Fatayat merupakan ikhtiar bersama untuk membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya perlindungan diri, pencegahan kekerasan, serta dampak perkawinan anak terhadap masa depan anak-anak Indonesia. Kami meyakini bahwa pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi yang berkelanjutan,” ujar Dewi.
Sejak Juli 2025 hingga Februari 2026, PC Fatayat NU Lamongan telah membersamai 12 lembaga pendidikan formal dan nonformal setingkat SMP dan MTs di Kabupaten Lamongan. Melalui program tersebut, para peserta mendapatkan edukasi mengenai pencegahan kekerasan, perlindungan hak anak, kesehatan reproduksi remaja, serta bahaya dan dampak perkawinan anak.
Komitmen tersebut tidak berhenti sampai di sana. PC Fatayat NU Lamongan telah menjadwalkan kembali pelaksanaan edukasi pencegahan kekerasan dan perkawinan anak pada momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan berlangsung bulan depan di sejumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Lamongan.
Partisipasi aktif organisasi masyarakat seperti Fatayat NU menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan Kabupaten Lamongan dalam mewujudkan sistem perlindungan perempuan dan anak yang kuat, kolaboratif, dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci dalam menekan angka kekerasan terhadap anak maupun praktik perkawinan anak.
Melalui momentum Penilaian Tahap II PPA Award Tahun 2026 ini, PC Fatayat NU Lamongan berharap semakin banyak pihak yang terlibat aktif dalam menciptakan ruang tumbuh yang aman dan sehat bagi anak-anak serta perempuan di Kabupaten Lamongan.
Mari bersama mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, bebas kekerasan, dan bebas perkawinan anak demi terwujudnya generasi emas Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing.