Road To MATAMUDA & MPLS 2026, Fatayat NU Lamongan Hadirkan Program LENTERA Untuk Wujudkan Sekolah Aman Dan Ramah Anak
Lamongan-Momentum pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilaksanakan secara serentak pada 13–18 Juli 2026 dimanfaatkan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Lamongan untuk memperkuat edukasi perlindungan anak dan perempuan melalui program LENTERA (Lindungi Perempuan dan Anak dari Kekerasan serta Cegah Perkawinan Anak).
Mengusung tema "Mengenal Lingkungan, Menjaga Diri, Menyongsong Masa Depan Penuh Prestasi", program Road to MATAMUDA & MPLS 2026 LENTERA Fatayat NU Lamongan hadir sebagai bentuk kontribusi nyata organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda yang berkualitas.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai materi edukatif yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lembaga pendidikan. Materi tersebut meliputi edukasi pencegahan kekerasan terhadap anak, pencegahan perkawinan anak, pencegahan IRET, moderasi beragama, hingga parenting bagi wali murid jenjang PAUD, TK, SD, dan sederajat.
Program ini mendapat dukungan penuh dari berbagai instansi lintas sektor, di antaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lamongan, Polres Lamongan, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Lamongan. Kolaborasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa perlindungan anak dan perempuan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui sinergi berbagai pihak.
Ketua PC Fatayat NU Lamongan, Dewi Mashlahatul Ummah, M.Pd, menjelaskan bahwa tingginya antusiasme dan permintaan dari berbagai lembaga pendidikan mendorong program LENTERA tidak hanya dilaksanakan di tingkat cabang.
"Program ini tidak berhenti di tingkat PC Fatayat NU Lamongan. Karena banyaknya permintaan kolaborasi dari sekolah dan madrasah, seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU di wilayah Lamongan turut menduplikasi kegiatan Road to MATAMUDA dan MPLS 2026. Harapannya, semakin banyak anak, remaja, guru, dan orang tua yang mendapatkan edukasi tentang perlindungan anak serta pencegahan kekerasan," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, setiap PAC membangun kolaborasi dengan berbagai mitra strategis di tingkat kecamatan sesuai kebutuhan materi dari lembaga pendidikan. Narasumber yang dihadirkan berasal dari Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (KB), penyuluh agama dari Kantor Urusan Agama (KUA), bidan dari Puskesmas, personel Polsek, hingga Duta Damai Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, materi yang disampaikan menjadi lebih komprehensif dan kontekstual. Edukasi mengenai pencegahan bullying, pencegahan perkawinan anak, perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan, penguatan karakter melalui moderasi beragama, serta parenting bagi wali murid jenjang PAUD hingga SD/sederajat terlaksana secara masif di berbagai wilayah Kabupaten Lamongan.
Kepala DP3AKB Kabupaten Lamongan, dr. Aini Mashida, memberikan apresiasi terhadap inisiatif Fatayat NU Lamongan yang secara konsisten mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak dan perempuan sejak lingkungan pendidikan.
Dukungan juga datang dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lamongan serta Bakesbangpol Kabupaten Lamongan yang turut berperan dalam memberikan pemahaman mengenai pencegahan kekerasan, perlindungan hukum bagi anak, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan sekolah.
Melalui program LENTERA, Fatayat NU Lamongan berharap momentum MATAMUDA dan MPLS tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan literasi perlindungan anak, serta peningkatan kesadaran seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bebas dari kekerasan, perundungan, maupun praktik perkawinan anak.
Road to MATAMUDA & MPLS 2026 LENTERA Fatayat NU Lamongan menjadi bukti bahwa kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, dan lembaga pendidikan mampu menghadirkan gerakan edukasi yang luas, berkelanjutan, dan berdampak nyata dalam mewujudkan generasi Lamongan yang sehat, terlindungi, berprestasi, dan berakhlakul karimah.