Fatayat NU Lamongan Dorong Perempuan Jadi Penggerak Ketahanan Sosial
Ketua
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Lamongan periode 2025–2030, Dewi Maslahatul
Ummah, menyatakan bahwa masa khidmatnya akan difokuskan pada sinergi antara
Fatayat dan pemerintah dalam memperkuat fondasi sosial masyarakat. Hal itu
disampaikan usai resmi dilantik di GOR Lamongan, Jumat (5/9/2025).
Salah satu
langkah awal diwujudkan lewat program Lentera Fatayat (Lindungi Perempuan dan
Anak dari Kekerasan dan Risiko Perkawinan Anak). "Program ini diarahkan
untuk menekan praktik perkawinan usia dini sekaligus melindungi perempuan dari
berbagai bentuk kekerasan," kata Dewi.
Selain itu,
Fatayat juga menggagas GARFA (Garda Fatayat NU), sebuah satuan khusus untuk
memperkuat kapasitas kader perempuan NU. "GARFA difokuskan pada kaderisasi
militan, penguatan ideologi, serta pelatihan kepemimpinan dalam berbagai
bidang, mulai pengamanan, keprotokolan, kebencanaan, hingga isu sosial,"
ujarnya.
Bupati
Lamongan, Yuhronur Efendi, juga menegaskan peran strategis Fatayat NU dalam
pembangunan. "Fatayat memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan
nasional. Dimulai dari basis terkecil yakni keluarga, Fatayat berkontribusi
besar memperkuat sumber daya manusia," ujar Yuhronur.
Sejumlah
capaian pembangunan Lamongan menjadi dasar optimisme, seperti indeks
pemberdayaan gender yang telah mencapai 73,34, indeks pembangunan manusia (IPM)
75,9, serta angka stunting yang menurun hingga 6,9 persen pada 2024. Angka
tersebut menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir.